Sore itu,
Menuju senja kita duduk bersama sambil menikmati pemandangan langit sore yang menyejukan hati.
Kita berdua terdiam, tidak ada suara selain gemerisik angin yang menerpa rerumputan.
Sesekali aku melirikmu, yang dengan tenang memandang ke arah Mentari yang siap mengenggelamkan diri.
Aku tersenyum, membayangkan apa yang terjadi setelah ini.
Aku membayangkan, bahwa kamu akan mengajak ku menari dibawa rembulan malam.
Oh, sungguh itu hanya imajinasi liar yang tiba tiba terlintas diotak ku.
Senja mulai berubah, langit mulai meredup seredup tatapan mu kepadaku.
Mentari tenggelam, terbawa keindahan senja.
Aku hanya diam, lebih tepatnya membisu saat melihat mu bangkit dan pergi dari sisi ku.
Kamu pergi,
Kamu pergi dan berjalan menuju-Nya.
Iya, Dia sang Malam yang sudah menunggumu setelah perginya sang senja.
Dan saat itu aku tersadar,
Bahwa aku hanya lah senjamu, dan dia adalah Malam mu yang selalu kau tunggu setelah kau melihat Senja yang Pergi meninggalkanmu.
-radelweiss.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar